Kamis, 01 Agustus 2013
Selasa, 12 Maret 2013
Membentuk keteladanan
Tuhan menciptakan manusia dengan potensinya masing-masing beserta kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Namun seringkali manusia merasa diri superior dan bisa menentukan arah hidup seseorang. Dia tidak sadar bahwa sikap tersebut, tidak akan membuat orang yang dipaksanya menjadi berhasil seutuhnya. Kalaupun "terlihat" berhasil, namun sebenarnya hatinya tidak nyaman, karena passionnya bukan dibidang yang dipaksakan padanya. Akan tetapi ketika seseorang melakukan suatu keteladanan dan kemudian memberikan masukan pada yang lain untuk menjadi atau melakukan sebagaimana yang dia sarankan, maka ketika orang itu mengikuti sarannya, maka ini bukanlah paksaan tetapi karena lahir dari keinginan meniru keteladanan yang telah dicontohkan padanya.
Setiap orang pasti memiliki seseorang yang menjadi figur keteladanan untuknya. Bisa orangtuannya, saudaranya, gurunya, kakek neneknya, sahabatnya atau siapapun.
Sebagai muslim, keteladanan yang wajib kita tiru adalah keteladanan rasulullah saw. Barangsiapa yang berusaha meniru keteladanan rasulullah saw, pasti hidupnya akan berhasil, baik didunia maupun di akhirat.
Sepengetahuanku, rasulullah saw merupakan pribadi yang santun, bahkan kepada orang yang membencinya, namun juga tegas kepada orang yang memusuhi agamanya. Sifat Santun inilah yang menjadi kekuatan bagi setiap muslim untuk membentuk keteladanan. Dengan sifat santun ini, seseorang akan disayang yang lain.
Sepengetahuanku, keteladanan itu identik dengan tingkah laku sopan dalam bersikap, santun dalam berbicara, selalu tersenyum, pemaaf (bukan pendendam), tenang (tidak terburu-buru), bisa menjaga perasaan orang lain, mendahulukan kepentingan orang lain, sederhana (tidak pamer), selalu membuat bahagia siapapun, senang bersilahturahmi, suka memberi hadiah walaupun dengan barang yang kecil atau murah, senang bersedekah dan membantu kesusahan orang lain.
Diriku menulis ini, karena menyadari bahwa diri ini masih jauh dari sikap menjadi teladan, sehingga tema ini aku harapkan menjadi inspirasi untuk diriku sendiri, agar aku selalu berusaha menjadi teladan bagi siapapun..
Oleh karena itu adalah pas jika teladan itu disandingkan dengan hadits khoirunnas anfauhumlinnas (bahwa sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak manfaatnya bagi yang lain).
Teladan~bermanfaat~memberi
Artinya ketika kita berusaha memberi apa yang bisa kita bantu, maka artinya kita telah bermanfaat bagi orang lain, dan kita pantas menjadi teladan. Namun dibalik semua itu ada satu hal yang menjadi pembeda, sesuatu dikatakan baik atau tidak, itulah letaknya "niat". Hanya Niat yang tuluslah yanh akan melahirkan keteladanan.
Akhirnya diriku berharap, disisa hidup ini, aku bisa menjadi teladan, minimal bagi diriku dan keluargaku. Walaupun aku menyadari bahwa diri ini tidak sempurna dan masih banyak kelemahanya, sehingga menjadi suatu hal yang pasti Jika tidak semua orang menyukai kita, namun aku harus tetap optimis bahwa niat yang baik akan menghasilkan kebaikan dan dan begitupun sebaliknya.
Ya Allah bimbinglah hamba, amin.
Rabu, 02 Januari 2013
Pengajian dan Zikir Bersama di Mesjid Bank Indonesia
Pengajian itu dijadwalkan akan dimulai pada ba'da sholat isya, jadi sambil menunggu waktu, sekitar setengah 6 sore aku pergi ke toko buku Wali Songo yang terletak di jalan kwitang, dengan niat ingin memberi hadiah sebuah buku kecil buat seorang teman dan membeli kerudung atau baju untuk aku pakai di pengajian, karena aku kan nda persiapan dari rumah, sedangkan hari itu hari kamis, yang berarti aku pakai seragam kantor. Jujur dalam hati ada perasaan malu kalau pergi ke pengajian malam masih menggunakan seragam kantor. Sesampai di toko buku, ternyata lagi ada diskon, dan mataku langsung tertarik untuk membeli sebuah baju yang biasa untuk orang pergi haji. Kenapa? Karena harganya lumayan murah, 110rb untuk satu stel baju (terdiri dari atasan baju kurung, celana panjang putih, jilbab, 2 manset putih untuk sholat, dan sebuah tas kecil yang biasanya digunakan untuk mengumpulkan batu jumrah). Ketika membeli baju itu, dalam hatiku berdoa, semoga Allah dengan membeli baju haji ini yang akan aku pakai untuk ke rumah Allah (pada saat itu mesjid BI), semoga Allah juga akan memberi hadiah padaku untuk bisa mengunjungi baitullah Masjidil Haram di Mekah almukarramah, amin.

Setelah beli baju, ga lama kemudian azan magrib terdengar, aku langsung menuju mesjid yang terletak di lantai dasar toko buku itu. Ketika aku masuki masjid tersebut, subhanallah hatiku berkata, mesjidnya bersih dan indah, dan ber AC. Didinding mesjid itu dihiasi oleh lukisan-lukisan kali grafi yang diberi figura. Dan salah satu hiasan didinding itu, ada foto seorang laki-laki dibawahnya ada tulisan "H.Ketut Mas Agung".
Siapa H. Ketut Mas Agung itu? berikut ceritanya. Aku teringat nama ini, ketika aku melewati tol jagorawi menuju bogor, disebelah kiri jalan tol sekitar daerah Sentul, terdapat sebuah tanah kosong yang ada plangnya dengan tulisan "tanah ini milik Mas Agung".
Karena rasa penasaran aku terhadap siapa "Mas Agung", aku langsung browsing, dan ternyata Ketut Mas Agung adalah seorang keturunan cina bali yang menjadi mualaf alias masuk islam, dan setelah masuk islam dia mendirikan yayasan untuk mengembangkan islam. Tanah yang di tol jagorawi itu merupakan salah satu assetnya untuk didirikan pesantren. Haji Mas Agung sendiri sekarang sudah almarhum. Aku doakan semoga Allah memberikan tempat terpuji disisiNya, amin. Dalam biografi yang aku baca di internet tersebut, almarhum haji ketut mas agung juga adalah pemilik dari toko buku gunung agung dan toko buku wali songo itu. Ketika ia masuk islam, dia tidak langsung menyuruh anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya masuk islam. Beliau ingin anaknya masuk islam karena kesadarannya.Dan diakhir hayatnya memang hanya ada satu putranya yang masuk islam.

Ketiga putra Masagung dari kanan ke kiri, Made Oka Masagung, Putra Masagung, dan H. Ketut Abdurrahman Masagung adalah penerus usaha yang dirintis oleh Haji Masagung.
Back to laptop, jadi setelah sholat magrib di situ, aku langsung ganti baju, dengan baju yang aku beli tadi, tp aku hanya pakai atasannya saja, sejenis baju kurung. Celananya tidak aku pakai karena kelihatannya kebesaran *harus dikecilin dulu*. Setelah ganti baju, aku kembali lagi ke toko buku, kebetulan jam segitu belum tutup, lalu aku ke lantai 2, tempat pakaian dan makanan. Semula aku mau cari kerudung yang cocok untuk baju yang baru aku beli, ternyata tidak dapat yang cocok, akhirnya aku hanya membeli sekotak kurma Tunisia. Aku sangat suka kurma ini, kalau ramadhan aku suka beli, kurmanya kering, agak lonjong, dan bertangkai.kalau tidak salah mereknya "Palm fruit".
Hhmm ada lagi yang dibeli, tasbih gelang, dulu aku juga pernah beli tasbih ini, tapi aku lupa dimana, apa di toko walisongo juga atau di al amin, yang jelas waktu itu aku beli 3 buah gelang tasbih berwarna hitam, yang 2 aku kasih si kembar untuk hadiah ulang tahunnya, dan yang satu lagi aku pakai. Tapi sekarang tasbih itu hilang, mungkin bukan hilang, hanya aku lupa taruh dimana. So, kebetulan aku ke walisongo, ya sudah aku beli lagi. Semoga dengan tasbih ini aku selalu diingatkan supaya hatiku selalu ingat Allah dan Rasulullah, dan juga tentunya selalu diingatkan akan dosa-dosa yang pernah aku perbuat untuk memohon ampunanNya, amin. Sebelum bayar dikasir, tidak lupa juga mencari buku kecil "al matsurat" untuk hadiah buat sahabatku. Dan ternyata didekat kasir, aku lihat ada buku bagus, judulnya "Kitab Al Hikam". Mendengar namanya , rasanya tidak asing, dan ternyata memang benar. Kitab Al Hikam ini merupakan kitab tasawuf yang sangat terkenal, yang ditulias oleh Ibnu Aththailah. Kedepan aku akan bahas sendiri isi kitab Al hikam ini, semoga bermanfaat. Selesai bayar, aku langsung meluncur ke mesjid BI by ojeg.
Pas sampai sana, pas azan isya, alhamdulillah. Langsung aku ambil wudhu, and sholat isya berjamaah. Saat itu jamaah pengajian zikir belum banyak yang datang. Ternyata lagi memang benar, para jamaah itu sudah tahu kalau pengajiannya baru dimulai jam 9 malam, subhanallah. Tapi gapapa walaupun lama menunggu, insyaallah setiap langkah tidak ada yang terlewat, dan semoga menjadi tabungan kebaikanku nanti, amin. Pada pukul 21.10 menit, syeikh Hisham Kabbani tiba, disambut dengan shalawat. Aku membayangkan, bagaimana nanti di akhirat, ketika Rasulullah SAW akan datang melihat kaumnya, pasti sambutannya lebih luar biasa, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa'ala alii sayyidina Muhammad. Semoga akupun bisa merasakannya, amin.
Biasanya pengajian dimulai dengan zikir khwajagan, tapi kemarin agak berbeda. Syeikh Hisham mulai dengan doa yang Subhanallah bagus banget, asli dari hati yang tulus. Pokoknya sampai merinding deh. Ok, segitu dulu yaa ceritanya, semoga bermanfaat.