Kamis, 01 Agustus 2013

Raih Ridho Allah dengan Sunnah

Ringkasan 3 Dai Antv, 21 Juli 2013


Rodhitubillahi rabban, wabil islamidiinan, wabil Muhammadin nabiyan warasullan

Ciri tobat diterima adalah adanya PERUBAHAN.

Orang-orang yang merindu berjumpa dengan Allah, dia akan semangat ketika beribadah.
Ketika dia sholat, dia merasa nikmat, karena dia merasa berjumpa dengan Allah. Ciri lainny adalah mulia banget ahlaknya, dan lisannya selalu berzikir, tidak ada waktu mencari kekurangan orang lain krn di selalu mengingat aibnya. Tanda lainnya adalah mudah menangis ketika mengingat dosa-dosanya, dan ketika dibacakan ayat tobat dia bergembira. Analoginya adalah ketika ada musafir yang tertidur membawa onta dan ketika dia terbangun ontanya tidak ada, lalu kemudian dia mencari dan ketika menemukan ontanya kembali musafir itu merasa senang sekali, dan Allah lebih dari itu senangnya ketika melihat hambanya bertobat.

Allah SWT memerintahkan kita agar selalu berbuat baik kpd orangtua kita, dan ini sudah dikisahkan dalam surat Lukman. Sekalipun orang tua kita tidak beriman, kita harus tetap berbuat baik kepada keduanya, sepanjang orangtua kita tidak mengajak kita berbuat syirik.
Orang tua kita akan melakukan apa saja kepada kita, tidak pernah hitung-hitungan.
Inti ridho itu satu yaitu tidak pernah hitung-hitungan mentaati perintah Allah dan Rasulnya. Sebagaimana orang tua kita yang tidak pernah hitung-hitungan mengurus anak-anaknya. “wabil walidaini ihsana” dan kepada kedua orangtua berbuat baiklah.

Ketika orang tua kita ada yg tidak mengerti maksud kita, atau kita merasa tidak sejalan dengan orangtua kita, maka kita minta petunjuk kepada Allah, nanti Allah yang akan memberikan jalan keluar, sehingga orangtua kita mengerti maksud kita. Jadi jangan ketika kita tidak setuju dengan maksud orangtua langsung kita jawab, karena biasanya orangtua akan merasa tidak senang, dan jangan sampai hal ini termasuk berkata “uh” yang dilarang oleh Allah.


Hati dan kemudahan itu ditangan Allah, bukan ditangan manusia. “tidaklah engkau mencapai kehendak kalian, kecuali Allah yang menghendakinya”. Tawadhu sebenarnya menghormati orang yang statusnya dibawah kita, seperti pembantu kita, supir kita, orang yang membersihkan WC. Jadi penghormatan bukan hanya kepada orang tua kita tetapi kepada orang-orang yang lebih lemah. “rendahkan hatimu pada orang-orang yang mengikutimu”. Orang sombong itu terbaca dari sorot mata, dari bahasa tubuhnya. Begitu juga dengan orang-orang tawadhu juga terbaca, ketika dia pergi meninggalkan mu engkau berkesan, yang membuat kita kepengen belajar dari orang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar