Raih Ridho Allah dengan Sunnah
Ringkasan
3 Dai Antv, 21 Juli 2013
Rodhitubillahi rabban, wabil islamidiinan, wabil Muhammadin nabiyan warasullan
Ciri tobat diterima adalah adanya PERUBAHAN.
Orang-orang yang merindu berjumpa dengan Allah, dia
akan semangat ketika beribadah.
Ketika dia sholat, dia merasa nikmat, karena dia
merasa berjumpa dengan Allah. Ciri lainny adalah mulia banget ahlaknya, dan
lisannya selalu berzikir, tidak ada waktu mencari kekurangan orang lain krn di
selalu mengingat aibnya. Tanda lainnya adalah mudah menangis ketika mengingat
dosa-dosanya, dan ketika dibacakan ayat tobat dia bergembira. Analoginya adalah
ketika ada musafir yang tertidur membawa onta dan ketika dia terbangun ontanya
tidak ada, lalu kemudian dia mencari dan ketika menemukan ontanya kembali
musafir itu merasa senang sekali, dan Allah lebih dari itu senangnya ketika melihat
hambanya bertobat.
Allah SWT memerintahkan kita agar selalu berbuat
baik kpd orangtua kita, dan ini sudah dikisahkan dalam surat Lukman. Sekalipun orang
tua kita tidak beriman, kita harus tetap berbuat baik kepada keduanya,
sepanjang orangtua kita tidak mengajak kita berbuat syirik.
Orang tua kita akan melakukan apa saja kepada kita,
tidak pernah hitung-hitungan.
Inti ridho itu satu yaitu tidak pernah
hitung-hitungan mentaati perintah Allah dan Rasulnya. Sebagaimana orang tua
kita yang tidak pernah hitung-hitungan mengurus anak-anaknya. “wabil walidaini
ihsana” dan kepada kedua orangtua berbuat baiklah.
Ketika orang tua kita ada yg tidak mengerti maksud
kita, atau kita merasa tidak sejalan dengan orangtua kita, maka kita minta
petunjuk kepada Allah, nanti Allah yang akan memberikan jalan keluar, sehingga
orangtua kita mengerti maksud kita. Jadi jangan ketika kita tidak setuju dengan
maksud orangtua langsung kita jawab, karena biasanya orangtua akan merasa tidak
senang, dan jangan sampai hal ini termasuk berkata “uh” yang dilarang oleh
Allah.
Hati dan kemudahan itu ditangan Allah, bukan
ditangan manusia. “tidaklah engkau mencapai kehendak kalian, kecuali Allah yang
menghendakinya”. Tawadhu sebenarnya menghormati orang yang statusnya dibawah
kita, seperti pembantu kita, supir kita, orang yang membersihkan WC. Jadi penghormatan
bukan hanya kepada orang tua kita tetapi kepada orang-orang yang lebih lemah. “rendahkan
hatimu pada orang-orang yang mengikutimu”. Orang sombong itu terbaca dari sorot
mata, dari bahasa tubuhnya. Begitu juga dengan orang-orang tawadhu juga
terbaca, ketika dia pergi meninggalkan mu engkau berkesan, yang membuat kita
kepengen belajar dari orang tersebut.